SIKLUS HIDROLOGI
Subhanalooh....!!!
Akhir-akhir ini, cuaca semakin tak tentu, musim pun sudah tak teratur.. kadang hujan kadang tidak, padahal semua makhluk sangat membutuhkan air. Jika air sudah tiada, maka seluruh komponen biotik akan merindukannya. Maskipun air bisa diperbaharui, tapi alangkah indahnya jika manusia yang dilahirkan sebagai khalifah dimuka bumi dengan tujuan menjadi pemimpin diantara makhluk lainnya di bumi ini maka lestari atau hancurnya bumi ini adalah tergantung dari bagaimana kita memimpin apakah dengan arif dan bijaksana ataukah dengan sewenang-wenang.
Air dengaan senyawa kimiaa H2O merupakan anugrah terindah yang diberikan Allah kepada makhluknya, kehidupan manusia punya hubungan erat dengan dengan air, unsur tubuh manusia terdiri dari 99,9 % air, bahkan sepanjang sejarah air merupakan faktor terpenting dalam membentuk cara hidup manusia baik dalam pengembangan teknologi, budaya, dll...
Namun, dari manakah air berasal???
Allah berrfirman dalam QS.Az-Zumar : 21
Artinya : “ Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, Maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal”. (QSD.Az-Zumar :21)
Pada bad 7 SM, Thales dari miletus percaya akan percikan permukaan samudra itu dibawa oleh angin, dan di bawa lagi ke bumi sebagai hujaan. Pada awalnya ketika orang-orang tidak mengetahui sumber air dari bawah tanah, mereka berfikir air dari samudra-samudra karena pengaruh dari angin yang memilki daya dorong pada bagian dalam dan benua-benua. Mereka juga percaya bahwa air yang kembali karena suatu jalan lintas rahasia atau jurang yang besar. Jalan lintas ini di hubungakan ke samudra –samudra dan disebut ‘tartarus’ ini berlaku sejak zaman Plato.
Bahkan dscartes, pemikir besar dari abad 18 menepatkan pandangan ini, hingga abad ke 19-an teori ariestoteles ini sudah lazim. Menurut teori ini bhawa air dipadatkan dalam lubang besar dalam tanah digunung dan membentuk danau-danau dibawah tanah yang menghidupi musim semi. Dewasa ini kita ketahui, bahwa air hujan merembes kedalam celah-celah bumi yang merupakan penyebab atas fenomena ini.
Pada tahun 1580-an, Bernand Palissy, adalah manusia pertama yang menguraikan konsep “siklus hidrologi” menggambarkan bahwa air yang ada di permukaan bumi yang berasal dari samudra mengalami penguapan, yaitu berubah menjadi uap air. Penguapan ini terjadi karena air terkena panas matahari. Uap air naik ke tempat tinggi dan dingin akibatnya uap air mengembun hingga membentuk butiran air, butiran-butiran air yang sangat banyak kemudian membentuk awan. Ditempat yang tinggi dan dingin butiran air dapat membeku, jika butiran air atau es di awan cukup besar, maka butiran air akan jatuh ke tanah sebagai hujan dengan di bantu dengan tiupan angin . air ini berkumpul sebagai danau-danau dan sungai kecil dan mengalir kembali ke sungai-sungai kecil dan mengalir kembali ke samudra sehingga menjadi siklus yang berkelanjutan.
Allah berfirman dalam QS. Al-Mu’minun : 18
Artinya : “dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.” (QS.Al-Mu’minun :18)
Demikian Allah menunjukan kekuasaannya...
Waallahu’alam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar